Senin, 17 Mei 2010

Header dan Fungsi main

Header dan Fungsi main()

Beberapa bagian yang harus di perhatikan adalah header dan fungsi. Header adalah diana kita memasukkan library yang ada dalam C++ kedalam kode program kita. Fungsi adalah “tempat” dimana kita bisa “bereksperimen”. Dimana didalamnya terdapat semua statement yang kita buat. Program yang paling sederhana adalah:


#include
#include

void main () {
cout << “selamat pagi\n”; getch(); } Pada baris pertama ada perintah #include . Tanda ‘#’ adalah preprocessor directive. Preprocessor directive adalah perintah – perintah yang diberikan kepada compiler untuk melakukan definisi, memasukkan file library, dll. Contoh – contoh dari preprocessor ini adalah: • #define maximum_number 100000 • #include “fileku.h” • #ifdef maximum_number #undef maximum_number #define maximum_number_2 1000 #endif Itu artinya kita memasukkan (include) library iostream ke dalam kode program kita. iostream itu adalah header yang dibutuhkan untuk “kegiatan” input dan output dari program. Perintah cout sendiri ada karena kita memasukkan iostream ke dalam kode program kita dan juga using namespace std; dimana ada member cout di dalamnya. Berikut beberapa header yang terdapat dalam C++: • ctime = header waktu • cstdio = header untuk perintah C seperti printf dan scanf • cmath = header untuk operasi matematika seperti sin, cos, sqrt, dan tan • cstring = header untuk memanipulasi string seperti strcpy, strcat. • =berisi makro dan informasi untuk diagnosis yang membantu pemeriksaan kesalahan proses dalam program. • =mengandung prototipe fungsi untuk menguji properti dari karakter, dan dapat digunakan untuk mengubah karakter huruf kecil ke besar. • =berisi batasan di dalam sistem bilangan bertipe float. berisi batasan sistem integral. • =berisi prototipe fungsi dan informasi lainnya yang dapat memodifikasi sistem data pada saat program diproses. • =berisi prototipe fungsi untuk pustaka matematika. • =berisi prototipe fungsi yang menuntun urutan pemanggilan fungsi. • =berisi prototipe fungsi dan makro untuk menangani kondisi yang bermacam-macam saat program diproses. • =mendefinisikan makro untuk menangani daftar argumen fungsi yang nilai dan tipenya tidak diketahui. • =berisi definisi umum dari tipe yang digunakan C untuk membentuk perhitungan tertentu. • =berisi prototipe fungsi untuk fungsi pustaka baku input/output. • =berisi prototipe fungsi untuk konversi nilai ke text atau sebaliknya, alokasi memori, bilangan acak, dan utilitas lainnya. • =berisi prototipe fungsi untuk pemrosesan string. • =berisi prototipe fungsi dan tipe untuk memanipulasi data waktu (jam dan tanggal) main () adalah fungsi utama (main) yang harus ada dalam setiap program C++ kita. Di sini yang digunakan adalah dengan main tanpa nilai kembalian dan tanpa paramater. Jika diperhatikan ada perintah \n pada akhir “kalimat” selamat pagi.”\n” adalah perintah dalam banyak bahasa pemrograman sebagai baris baru (new line). Perintah dengan menggunkan backslash (‘\’) juga ada beberapa jenis, diantaranya: • ‘\a’ = untuk menghasilkan bunyi alert • ‘\t’= tabulasi • ‘\0’ = null terminated dalam array Tanda ‘{‘ juga harus ada dalam setiap fungsi C++, itu menandakan awal dari fungsi / program dan ‘}’ menandakan akhir dari fungsi / program. PENULISAN DALAM BAHASA C++ Penulisan dalam bahasa C++ adalah case sensitive. Yang berarti, C++ membedakan huruf kecil dan kapital. Yang berarti (lagi): variabel_pertama tidak sama dengan variabel_Pertama Komentar dalam C++ ditulis dengan ‘//’ untuk komentar dengan panjang satu baris atau ‘/*’ dan ‘*/’ untuk komentar lebih dari satu baris, dimana tanda /* merupakan “pembuka” komentar dan */ adalah “penutup” komentar. Komentar adalah cataatan ang ditulis oleh programmer untuk sebagai pengingat atau penjelasan ketika membaca sebuah kode. Kata – kata dalam sebuah komentar tidak akan dieksekusi oleh compiler. Beberapa kesalahan dalam penulisan dalam C++ adalah: • int int; /*salah karena nama sebuah variabel tidak boleh sama dengan seuah tipe data (int)*/ • int Jam_9; //salah karena nama variabel dimulai dengan huruf besar • int 90jam; /*nah, ini juga salah karena nama sebuah variabel tidak boleh dimulai dengan bilangan*/ Penulisan yang benar dalam C++ adalah: • int myint; //betul • char kata_2; //betul juga... • double bilangan_KeDuA; /*walaupun nama identifiernya aneh, tapi ini juga betul :) */ Setiap statement dalam C++ harus diberi tanda ‘;’ pada akhir dari statement. Contoh penulisan statement yang benar dalam C++ adalah: int a, b, c; a = 1; b = 2; c = a + b; Sedangkan penulisan yang salah adalah: int a, b, c karena itu dianggap error oleh compiler, karena merupakan statement yang tidak lengkap. TIPE DATA DAN VARIABEL Tipe – tipe data yang dikenal dalam C++ adalah sebagai berikut: int int adalah tipe data bilangan bulat (integer). Contoh penggunaan tipe int adalah: int a = 1; int num1 = 2, num2 = 4; Perhatikan bahwa dalam nilai – nilai yang masuk di assign (masukkan) ke dalam variabel – variabel bertipe int adalah angka – angka / bilangan bulat. Seperti namanya, int hanya bisa bernilai bulat dan bukan pecahan (desimal). Bagaimana kalau yang tipenya int lalu yang dimasukkan adalah hasil pembagian yang tidak bulat hasilnya? Maka: int hasil_bagi_bulat = 5 / 2; Hasilnya: 2 Ini karena 5 dibagi 2 = 2,5 kemudian karena hasil_bagi_bulat adalah integer (bilangan bulat) 2,5 kemudian dibulatkan menjadi 2. Untuk bilangan desimal sendiri ada tipe tertentu untuk bilangan ini. VOID Variabel yang berupa void merupakan variable yang tanpa isi tipe data dan pengembalian nilai Menyatakan tipe kosong untuk : 1. mendeklarasikan fungsi yang tidak mengembalikan nilai apapun. 2. mendeklarasikan fungsi yang tidak menerima parameter apapun. 3. bila diawali dengan operator *, menyatakan penunjuk terhadap sembarang tipe data. Contoh deklarasi void : Void cctrputs (char*, int ) ; atau Main (void) ; atau Void* action ; Int ivalue = 100 ; Action = &ivalue ; FLOAT Variable float digunakan untuk menunjukkan bilangan yang berupa pecahan,namun jangkauan datanya masih rendah. Menyatakan bilangan pecahan/real, maupun eksponensial. Dalam keadaan default, bilang floting point dianggap bertipe double. Rentang nilai float mulai 3,4 E -38 sampai 3,4 E +38 double adalah tipe yang khusus untuk bilangan yang tidak bulat alias desimal / pecahan. Contoh penggunaannya adalah: double mydouble = 5.00; double pecahan_pertama = 2.5, pecahan_kedua = 9.9; Rentang nilai double mulai 1,7 E -308 sampai 1,7 E +308 char adalah tipe data karakter yang bisa menyimpan mulai dari: a – z, A – Z, ‘!’, ‘@’, dsb. Penggunannya ± sama dengan tipe - tipe yang sebelumnya: char huruf = ‘c’; char inisial1 = ‘A’, inisial2 = ‘W’; char simbol = ‘#’; bool adalah tipe yang hanya “menyimpan” nilai “benar” dan “salah” yaitu, true dan false (boolean). Contoh: bool benar_atau_salah = true; string adalah tipe yang khusus untuk menampung semua masukan dari user / gabungan karakter yang sangat panjang. Misalnya: Char text [ ] STRUCT, UNION Digunakan untuk mendeklarasikan sekelompok data yang memiliki tipe yang berlainan. Struct : elemennya ada dilokasi memori yang berbeda, dan union : elemennya ada dilokasi memori yang sama. Struct tipestruktur { Tipeanggota1 namaAnggota1 ; Tipeanggota2 namaAnggota2 ; …………. } namaStruktur ; VARIABEL Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut : •Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda. •Tidak boleh mengandung spasi. •Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb •Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai. Contoh penamaan variabel yang benar : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb. Contoh penamaan variable yang salah : %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb. Contoh penulisan variable: #include #include void main() { int a, b; int hasil; a=8; b=1; hasil=a-b; cout< getch() } OPERATOR ARITMATIKA Operator aritmatika yang sering digunakan dalam C++ adalah: • ‘+’ = penjumlahan • ‘-‘ = pengurangan • ‘*’ = perkalian • ‘/’ = pembagian • ‘%’ = sisa bagi (modulo) Contoh dari pemakaian masing – masing operator tersebut adalah sebagai berikut: #include #include void main () { int satu, dua, tiga, empat, lima; satu = 1 + 0; dua = 4 - 2; tiga = 1 * 3; empat = 20 / 5; //mencari sisa bagi dari 25 / 10 lima = 25 % 10; cout << satu << “\n”; cout << dua << “\n”; cout << tiga << “\n”; cout << empat << “\n”; cout << lima << “\n”; getch(); } Hasilnya adalah: Adapun operator lain dalam borlan C++ yaitu: 1.Operator Majemuk ‘+=’ artinya x = x+y ‘*=’ artinya x = x*y ‘/=’ artinya x = x/y ‘%=’artinya x = x % y 2. operator penaikan dan penurunan Operator ini biasanya dilambangkan dengan tanda ++ jika mengalami penaikan dan – jika mengalami penurunan. Penaikan dan penurunan yang terjadi hanya 1 variabel. Biasanya saat menulis program kita temukan seperti ini : a++; a+1; a=a+1; 3.operator relasional Operator ini biasanya bertujuan untuk mencari nilai kebenaran apakah “true” atau “false” dalam bahasa C++ biasanya dikatakan bool. Adapun beberapa operator relasinal yaitu : • > artinya lebih besar
• >= artinya lebih besar atau sama dengan
• < artinya lebih kecil • <= artinya lebih kecil atau sama dengan • = = artinya sama dengan • != artinya tidak sama dengan Contoh : 5>3 bernilai true
9<=1 bernilai false 4. operator logical • ! not • * / perkalian pembagian • && AND • || OR STRUKTUR KONTROL STRUKTUR KONTROL Ada beberapa struktur control ada beberapa yaitu: 1.Seleksi kondisional (if ………. else……..) Fungsi kondisi (if) : Digunakan untuk membandingkan suatu pernyataan. Contohnya : If(kondisi) Pada kondisi diisi dengan pernyataan yang diinginkan Contoh: (nilai<60) Pada statement diisi dengan perintah yang ingin di jalankan jika kondisi terpenuhi Contoh : printf(“nilai:c”); Jadi disimpulakan contoh: If(nilai<60) Print(“nilai anda :C”); Namun jika menggunakan if…else akan memuat dua perintah yaitu perintah dimana jika penyataan terpenuhi dan tidak terpenuhi. Penulisan : if(kondisi) else //apabila statement A tidak terpenuhi Contoh Bila jumlah mahasiswa yang membolos lebih dari 10 maka tampilkan hasil “tidak boleh mengikuti ujian”,jika tidak maka “boleh mengikuti ujian”. if(bolos>10)
printf(“tidak boleh ujian”);
else
printf(“boleh ujian);

jika ingin menggunakan alternatif kondisi lebih dari satu dapat digunakan else if.

Contoh:

if(ukuran>=80)
printf(“XL”);
else if(ukuran<=20) printf(“M”); else printf(“S”); 2.PERULANGAN (LOOPING) perulangan digunakan untuk melakukan suatu proses secara berulang-ulang, jika suatu kondisi dipenuhi atau sebaliknya. Proses looping yang menggunakan penghitungan dapat dibuat menggunakan pernyataan FOR. Bentuk umum : for (ungkapan1; keadaan; ungkapan 3) { pernyataan; } Bentuk diatas berarti: a) Ungkapan 1 adalah inisialisasi terhadap variabel pengendali looping b) Keadaan adalah kondisi untuk keluar dari looping c) Ungkapan 3 adalah pengatur kenaikan atau penurunan nilai variabel pengendali looping Contoh : #include #include void main () { for (int n=10; n>0; n--)
{
cout<<”, “; } cout<<”STOP!”; getch (); } Hasilnya adalah: 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, STOP! 3.Perintah do....while Perintah ini menyatakan pengulangan proses selama kondisi tertentu. Bentuk umum: Do { Pernyataan; Pernyataan; } While (keadaan) Setiap loop dikerjakan maka kondisi akan dicek. Jika masih benar, proses loop dilakukan lagi dan jika salah maka proses loop berhenti dan berlanjut pada perintah selanjutnya. contoh: #include #include void main () { int a; a =1; do { cout<<”ayu”; a++ } while (a<=5); getch(); } 4.Perintah WHILE Perintah WHILE prinsipnya sama dengan perintah DO...WHILE hanya pengujian kondisinya terletak pada awal loop. Bentuk umum: While (keadaan) Pernyataan; Atau While (keadaan) { Pernyataan; Pernyataan; } • Pernyataan dapat berupa pernyataan tunggal atau beberapa pernyataan yang dibatasi dengan tanda {}. • Pernyataan itu akan dijalankan jika kondisinya masih benar. • Keadaan disini boleh merupakan sembarang pernyataan yang mengandung nilai suatu variabel, pernyataan binari, pernyataan aritmatik, atau nilai return hasil dari memanggil suatu fungsi. Contoh: #include #include void main () { int n; cout<<”masukkan angka untuk mulai : “; cin>>n;
while (n>0)
{
cout<< n << “, “; --n; } cout <<”STOP!”; getch (); } Hasilnya adalah: Masukkan angka untuk mulai : 4 4, 3, 2, 1, STOP! 5.Perintah CONTINUE Perintah ini digunakan untuk mengarahkan jalannya program ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama Bentuk umum: While (kondisi) { . . . . . . . . . . . . CONTINUE; . . . . . . . . } . . . . Contoh program perintah CONTINUE: #include #include void main () { for (int n=10; n>0; n--)
{
if (n==5) continue;
cout<<<”, “; } cout<<”STOP!”; getch (); } Hasilnya adalah: 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, STOP! 6.Struktur Selektif (switch) Logika menggunakkan switvh sama dengan logika menggunakkan if . Bentuk Umum : switch (pilihan) { case nilai 1: blok pernyataan1 break; case nilai 2 : blok pernyataan nilai 2 break; - - default : blok pernyataan default } Contoh : switch (a) { case 1: cout<<”a adalah 1”; break; case 2: cout<<”a adalah 2”; break; default: cout<<”error”; } FUNGSI Fungsi Fungsi merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melakukan tugas khusus. Adapun tujuan dari pembuatan fungsi ini adalah : • Program menjadi terstruktur. • Program yang besar dapat dipecah menjadi beberapa program yang lebih kecil, yang setiap satu program kecil tersebut mempunyai tugas tertentu. • Dapat mengurangi duplikasi kode. • Fungsi dapat dipanggil dari program atau fungsi yang lain. Dasar Fungsi Pada umumnya fungsi memerlukan masukan yang dinamakan argumen atau parameter. Hasil akhir fungsi akan berupa sebuah nilai (nilai balik fungsi). bentuk umum: Penentu-tipe nama_fungsi (daftar parameter) Deklarasi parameter { Tubuh fungsi } Penentu tipe berfungsi untuk menentukan tipe keluaran fungsi yang dapat berupa salah satu tipe data C++ yang berlaku, misalnya char atau int. Default tipe fungsi yang tidak disebutkan dianggap sebagai int. Contoh: Inisialisasi () { Return (0) } Pada fungsi diatas dijelaskan sebagai berikut: • Penentu tipe fungsi tidak disebutkan, berarti keluaran bertipe int. • Inisialisasi adalah nama fungsi. • Tanda () menyatakan bahwa fungsi tidak memiliki parameter. • Tanda { dan } merupakan awal dan akhir fungsi. • Return (0) merupakan pernyataan dalam tubuh fungsi. Suatu fungsi cukup didefinisikan sekali tetapi dapat digunakan beberapa kali. Jika tubuh fungsi banyak mengandung pernyataan maka pemakaian fungsi dapat menghindari duplikasi kode dan menghemat penulisan program maupun kode dalam memori. Jadi fungsi merupakan semacam subprogram. Adapun bentuk umumnya adalah sebagai berikut: Inisialisasi () { Return (0); } main() { Int x,y; .... . . x=inisialisasi(); ............. . . y=inisialisasi() } contoh implementasi fungsi /*program:fungsi1.cpp */ #include /*deklarasi fungsi*/ Int findMax(int n1, int n2); Void PrintMax (int m); Main () { Int i = 5; Int j = 7; Int k; k = FindMax (i,j); PrintMax(k); Return 0; } /* definisi fungsi */ Int FindMax (int n1, int n2) { If (n1 >n2)
{
Return n1;
}
Else
{
Return n2
}
}
Void PrintMax (int m)
{
Printf (“Bilangan yang terbesar adalah :%d\n”,m);
}

Bila program diatas dijalankan, maka hasilnya adalah sebagai berikut:
Bilangan yang terbesar adalah : 7

Penjelasan:

• Program diatas adalah contoh fungsi untuk menampilkan bilangan terbesar diantara 2 buah bilangan.
• Dimana sebelum bilangan pertama dengan bilangan kedua dibandingkan, terlebih dahulu didefinisikan fungsi yaitu:

int findmax (int n1, n2)
{
if (n1>n2)
{
return n1;
}
else
{
return n2;
}

Jika bilangan pertama waktu dibandingkan dengan bilangan kedua menghasilkan hasil terbesar atau angkanya lebih besar maka bilangan pertama yang terbesar. Sedangkan sebaliknya.
• Untuk bilangan pertama diwakili i yang nilainya 5 dan nantinya akan mengisi n1.
• bilangan kedua yang diwakili j yang nilainya 7 dan nantinya akan mengisi n2.

Parameter Formal dan Parameter Aktual

• Parameter formal adalah variabel yang ada pada daftar parameter dalam fungsi.
• Parameter aktual adalah parameter yang dapat berupa variabel atau konstanta maupun ungkapan yang dipakai dalam pemanggilan fungsi.

cara melewatkan parameter adalah :
• Pemanggilan dengan nilai
• Pemanggilan dengan referensi



Contoh :

a...x
b...y

Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah sekalipun nilai parameter formal berubah-ubah sebab x merupakan salinan dari A dan y salinan dari B.
Pada saat pemanggilan suatu fungsi, misalnya:

a bernilai 20 → x juga bernilai 20
b bernilai 30 → y juga bernilai 30

Selanjutnya nilai x dan y diproses tetapi nilai a dan b akan tetap.

Pemanggilan dengan referensi merupakan usaha melewatkan alamat dari suatu variabel ke dalam fungsi. Dengan pengubahan dilakukan di dalam fungsi untuk mengubah variabel di luar fungsi.

Perhatikan:

Tukar (int *px, int *py)
{
Int z;
Z=*px;
*px=*py;
*py=z;
. . . . . . . . .
}

Parameter aktualnya:
Tukar (&a, &b);

Dalam deklarasi parameternya:
Int *px, int *py

Dalam hal ini, px menunjukkan variabel a dan py menunjukkan variabel b.
(*adalah tanda pointer)

Dapat digambarkan sebagai berikut:
px py
alamat a alamat b
a b

Apabila penggalan program tersebut, kita implementasikan pada program, hasilnya adalah sebagai berikut:


contoh parameter formal dan aktual

/* program: fungsi2.cpp*/
#include
Void tukar (int x, int y);
Main()
Int a, b;
a=99;
b=11;
printf (“nilai sebelum pemanggilan fungsi:\n”);
printf (“nilai a=%d nilai b=%d\n\n”,a,b);
tukar (a, b);
printf (“nilai sesudah pemanggilan fungsi: \n”);
printf (“nilai a=%d nilai b=%d\n\n”,a,b);
}
Void tukar (int px, int py)
{
Int z;
z=px;
px=py;
py=z;
printf (“nilai diakhir fungsi : \n”);
printf (“nilai px=%d niali py=%d\n\n”,px,py);
}

Hasilnya :
Nilai sebelum pemanggilan fungsi:
nilai a=99 nilai b=11
nilai diakhir fungsi:
nilai px=11 nilai py=99
Nilai sesudah pemanggilan fungsi:
nilai a=99 nilai b=11

penjelasan:
Setelah px menunjukkan a dan py menunjukkan b, proses penukaran isi a dan b dilakukan dengan cara sebagai berikut:
z=px;
px=py;
py=z;
Dengan melalui tiga pernyataan diatas, nilai a dan nilai b dapat diubah dalam fungsi.


Rekursi

Fungsi rekursif adalah suatu fungsi yang memanggil dirinya sendiri, artinya fungsi tersebut dipanggil di dalam tubuh fungsi itu sendiri.
Fungsi faktorial, yang menghitung nilai faktorial dari suatu bilangan bulat positif, merupakan pokok bahasan yang memudahkan pemahaman fungsi rekursif. Berikut adalah fungsi faktorial yang diselesaikan dengan cara biasa:

int faktorial (int n)
{
int counter, hasil = 1;
for (counter = n ; counter >= 1 ; counter--)
hasil *= counter;
return hasil;
}

Fungsi tersebut menunjukkan bahwa nilai faktorial dihitung menggunakan looping sehingga melakukan proses sebagai berikut:

Hasil = 1;
Hasil = hasil * n; artinya hasil = n;
Hasil =hasil * (n-1) artinya hasil = n x (n-1);
Demikian seterusnya sampai n bernilai 1, atau jika dituliskan sekaligus menjadi:

Faktorial = n! = n x (n-1) x (n-2) .... x 1;
Fungsi ini dapat dituliskan dalam bentuk:
Faktorial (n) = n! = n x (n-1) !;

Yang menunjukan sifat rekursif dari suatu fungsi, yaitu (n-1)!. Oleh karena itu, fungsi faktorial yang telah ditulis dalam program C++ sebelumnya, dapat ditulis kembali dalam bentuk rekursif sebagai berikut:


int faktorial (int n)
{
if (n == 0)
return 1;
else
return (n * faktorial (n-1));
}


Program contoh rekursi untuk faktorial

/*program: fungsi3.cpp*/
#include

Int faktorial (int n)
{
If (n==1)
Return (1);
Else
Return (n*faktorial (n-1));
}
Main ()
{
Int x;
Printf (“mencari nilai faktorial\n”);
Printf (“masukkan nilai x:”) ; scanf (“%d”,&x) ;
Printf (“nilai faktorial dari %d=%d\n”,x,faktorial (x) );
}

Hasilnya:
Mencari nilai faktorial
Masukkan nilai x: 4
Nilai faktorial dari 4=24
Penjelasan:
Fungsi tersebut menunjukkan bahwa nilai faktorial dihitung menggunakan looping sehingga melakukan proses sebagai berikuit:

Faktorial (1) = 1;
Faktorial (2) = 1 * 2=2
Faktorial (3) = 3*faktorial (2)
= 3x2=6
Faktorial (4) = 4*faktorial (3)
=4x6=2


ARAY


Pengertian


Array adalah tipe data terstruktur yang berguna untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Bagian penyusun aray disebut elemen array yang masing-masing elemen dapat di akses tersendiri melalui index array yang dapat berupa integer atau string.

D[0] -45
D[1] 6
D[2] 0
D[3] 72
D[4] 1543
D[5] 43
D[6]







contoh variabel bernama D yang mempunyai 7 lokasi memori yang semuanya bertipe int.

Masing-masing nilai dalam setiap lokasi mempunyai identitas berupa nama c dan nomor indeks yang dituliskan di dalam tanda kurung siku ‘[ ]’. Sebagai contoh, 4 adalah nilai dari D[6].

DEKLARASI ARRAY

Variabel array dideklarasikan dengan mencantumkan tipe dan nama variabel yang diikuti dengan banyaknya lokasi memori yang ingin dibuat.

Dengan demikian, deklarasi untuk variabel array D di atas adalah:
Int d[7];

C++ secara otomatis akan menyediakan lokasi memori sesuai dengan yang dideklarasikan,nomor indeks selalu dimulai dari 0. Nilai suatu variabel array dapat juga diinisialisasi secara langsung pada saat deklarasi, misalnya:
Int d[7] = {-45, 0, 6, 72, 1543, 43, 4};

setiap lokasi memori dari variabel array c langsung diisi dengan nilai-nilai yang dituliskan di dalam tanda kurung kurawal.
Banyaknya lokasi memori dapat secara otomatis disediakan sesuai dengan banyaknya nilai yang akan dimasukkan, seperti contoh berikut yang tentunya membuat variabel array dengan 10 lokasi memori:
Int x[ ] = {10, 15, 12, 5, 13, 9, 6, 17, 25, 31};

Contoh program array

/*Program:array1. Cpp*/
#include
#define SIZE 12

main() {
int a [SIZE] = {1, 3, 5, 4, 7, 2, 99, 16, 45, 67, 89, 45};
int indeks, total = 0;
for (indeks=0 ; indeks<=SIZE-1 ; indeks++)
total += a [indeks];
printf (“\nTotal setiap elemen array adalah %d”, total);
return 0;
}

Bila program diatas dijalankan, akan muncul hasil:

Total setiap elemen array adalah 383

Adapun keterangan dari program diatas adalah sebagai berikut:
Hasil penjumlahan setiap elemen array diperoleh dari jumlah data atau elemen array sebanyak 12 buah yang sudah didefinisikan pada awal program yaitu #define SIZE 12. Kemudian setiap elemen array dari a[0] yang berisi data 1, a[1] yang berisi data 3 dijumlah sampai dengan a[11] yang berisi data 45. Proses penjumlahan dilakukan pada loop dimulai dari 0 sampai data yang terakhir atau elemen terakhir.

ARRAY DIMENSI SATU

Struktur array mempunyai satu dimensi, sehingga variabelnya disebut dengan variabel array berdimensi satu
Bentuknya:
Tipe nama_var [ukuran];

Dengan:
Tipe : menyatakan jenis elemen array (int, char,unsigned, dll)
Ukuran : menyatakan jumlah maksimal elemen array.


Contoh:
Float nilai_angka[5];

Pada turbo C++, array disimpan dalam memori secara berurutan. Elemen pertama berindeks nol digambarkan sebagai berikut:

Nilai_angka[0]
Nilai_angka[1]
Nilai_angka[2]
Nilai_angka[3]
Nilai_angka[4]

Masing-masing bertipe float dan berjumlah 5 elemen.

Selain itu, deklarasi array juga dapat berupa:
Static int angka [9] = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}

Sesuai dengan deklarasi array diatas, maka isi variabel array telah ditentukan yaitu:
angka[0] bernilai 1
angka[1] bernilai 2
angka[2] bernilai 3
angka[3] bernilai 4
angka[4] bernilai5
angka[5] bernilai 6
angka[6] bernilai 7
angka[7] bernilai 8
angka[8] bernilai9
}

ARRAY DIMENSI DUA

Array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut dengan array berdimensi dua.

Sebagai contoh, sebuah matrik C berukuran 2 x 3 dapat dideklarasikan dalam C seperti berikut:
int c[2][3] = {{2,4,1},{5,3,7}};

akan menempati lokasi memori dengan susunan sebagai berikut:
0 1 2
0 2 4 1
1 5 3 7

Dan definisi variabel untuk setiap elemen tersebut adalah:


0 1 2
0 b[0][0] b[0][1] b[0][2]
1 b[1][0] b[1][1] b[1][2]







Sebagai implementasi dari keterangan diatas, perhatikan program berikut ini:

Contoh program array dimensi dua

/*Program: array3 .cpp*/
#include
void printArray (int [] [3]),
main() {
int matrik1 [2] [3] = { {1, 2, 3}, {4, 5, 6} }
matrik2 [2] [3] = { 1, 2, 3, 4, 5},
matrik3 [2] [3] = { {1, 2}, {4} };
printarray (matrik1);
printarray (matrik2);
printarray (matrik3);
return 0;
}
void printArray (int a[] [3]) {
int i, j;
for (i=0; i<=1; i++) {
for (j=0; j<=2; j++)
printf(“%d”, a[i][j] );;
printf (“\n”);
}
}

Bila program diatas dijalankan, akan muncul hasil:
123
456
123
450
120
400

Penjelasan:
Dari program diatas untuk matriks 1, penulisannya adalah 123 456, sedangkan pada matriks 2 penulisannya adalah 123 450. 0 disini mempunyai arti tempat yang disediakan untuk data kolom ke 3 dari baris ke dua tidak diisi. Sedangkan matriks 3 penulisannya adalah 120 400. Dari matriks 3 disini kita bisa melihat bahwa pada baris pertama kolom ketiga data tidak diisi dan dianggap 0 dan pada baris kedua kilom kedua dan ketiga juga tidak diisi juga diisi 0.
Dalam program tersebut, juga digunakan fungsi untuk menampung hasil penjumlahan matriks.

ARRAY DIMENSI BANYAK
Array ini seperti array dimensi dua tetapi dapat memiliki ukuran yang lebih besar. Sebenarnya array dimensi banyak ini tidak terlalu sering digunakan, tetapi sewaktu-waktu kalau dimensi yang dibutuhkan banyak, maka array ini sangat memegang peranan yang penting.

STRING


STRING

Definisi String

String merupakan bentuk data yang biasa dipakai dalam pemrograman guna menampung dan memanipulasi data teks. Di dalam C++, string bukan tipe data tersendiri tetapi hanya merupakan jenis khusus dari array.
String dipergunakan dalam konstanta dan variabel. Suatu konstanta string ditulis dengan diawali dan diakhiri oleh tanda petik. Misalnya:

“turbo C++”

Konstanta string akan disimpan berurutan dalam memori dan diakhiri tanda \0 atau NULL da setiap karakter akan menempati memori sebesar 1 byte.

Contoh:
..... Turbo C++ \0. . .

Variabel string adalah variabel yang dipakai untuk menyimpan data string,

contoh:
Char nama [20] ;

Instruksi diatas berarti deklarasikan variabel nama dengan panjang maksimal 20 karakter dan bertipe array char.

Fungsi pada STRING

Pada C++ disediakan sejumlah fungsi makro yang didefinisikan dengan praprosesor #define.

Makro-makro yang didefinisikan dalam type.h adalah:

1. Isalnum ()
Fungsi makro ini akan menghasilkan nilai benar (bukan nol) kalau argumennya adalah huruf besar, huruf kecil dan karakter digit ‘0’ sampai ‘9’.
Bentuknya adalah sebagai berikut:
Tipe isalnum (tipe argumen) ;
Contohnya adalah sebagai berikut:
Int isalnum (int d);

2. Isalpha ()
Fungsi makro ini akan menghasilkan nilai benar (bukan nol) kalau argumennya adalah huruf bukan angka.
Bentuknya adlah sebagai berikut:
Tipe isalpha (tipe argumen)
3. Isdigit ()
Fungsi makro ini akan menghasilkan nilai benar (bukan nol) kalau argumennya adalah karakter digit ‘0’ sampai ‘9’
Bentuknya adalah sebagai berikut:
Tipe isdigit (tipe argumen)
4. Islower ()
Fungsi makro ini akan menghasilkan nilai benar (bukan nol) kalau argumennya adalah huruf kecil.
Bentuknya adalah sebagai berikut:
Tipe islower (tipe argumen)
5. Isupper ()
Fungsi makro ini akan menghasilkan nilai benar (bukan nol) kalau argumennya adalah hurf besar.
Bentuknya adalah sebagai berikut:
Tipe isupper (tipe argumen)
6. Tolower ()
Fungsi makro ini akan menghasilkan huruf kecil jika diisi huruf besar, jika diisi bukan huruf besar maka akan menghasilkan sama dengan argumen itu sendiri.
Bentuknya adalah sebagai berikut:
Tipe tolower (tipe argumen)
7. Toupper ()
Fungsi makro ini kebalikan dari tolower yaitu akan menghasilkan huruf besar jika diisi huruf kecil tetapi jika diisi selain huruf besar akan menghasilkan sama dengan argumen yang diisikan tersebut.
Bentuknya adalah sebagai berikut:
Tipe toupper (tipe argumen)
8. Strcpy ()
Fungsi ini dipakai untuk menyalin string asal ke variabel string tujuan, variabel tujuan harus memiliki ukuran yang dapat menampung seluruh karakter string asal.
Bentuknya adalah sebagai berikut:
Strcpy (tujuan, asal)
9. Strlen ()
Fungsi ini dipakai untuk menghitung jumlah karakter argumennya.
Bentuknya adalah sebagai berikut:
Char S[ ] = “HALLO”
Cout<<”panjangnya : \n”, strlen (S);
Maka hasilnya adalah 5
10. Strcat ()
Fungsi ini dipakai untuk menambah string asal ke bagian akhir string tujuan.
Bentuknya:
Strcat (tujuan, asal)
11. Strcmp ()
Fungsi ini dipakai untuk membandingkan string str 1 dengan string str 2. Hasil dari fungsi ini bertipe int berupa nilai negatif (str1 kurang dari str2), nol(str1 = str2), positif (str 1 lebih dari str 2).

Contoh program:
#include
#include
#include

void main()
{
char kalimat [50];
int jum_kecil=0;
int jum_kapital=0;
int jum_pungtuasi=0;//tanda pungtuasi (seperti !/?)
int jum_digit=0; //karakter digit ( 0 sampai 9)

clrscr();
cout<<"masukkan string apa saja "<
cin.getline (kalimat,50);

for (int i=0; kalimat[i]; i++)
{
if (islower (kalimat [i]))
jum_kecil++;
if (isupper (kalimat[i]))
jum_kapital++;
if (ispunct (kalimat[i]))
jum_pungtuasi++;
if (isdigit (kalimat[i]))
jum_digit++;
}


cout<
cout<<"JUMLAH \n";
cout<<"Huruf kecil : "<<
cout<<"Huruf kapital : "<<
cout<<"pungtuasi : "<<
cout<<"Digit : "<<
getch();
}

Contoh toupper dan tolower:


#include
#include
#include //toupper-tolower

void main()
{
char kata[20];
clrscr();
cout<<"masukkan sebuah kata : ";
cin.getline (kata,20);
for (int i = 0; kata [i]; i++)
kata [i]=toupper (kata [i]);
//kata [i]=tolower (kata [i]);
cout<<
getch();
}





Diposkan oleh ayu anggreni di 22:04 0 komentar
Posting Lama Beranda
Langgan: Entri (Atom)

Bahasa C++ ARRAY

Bahasa C++
Lanjutan

Array dua dimensi
Array secara pengertian bebas merupakan suatu variabel yang mempunyai panjang tertentu dan berbentuk baris atau kolom.
Pada pertemuan yang lalu telah dijelaskan bahwa array (terutama dalam bahasa c/c++) haruslah dimulai dari 0. Misalnya kita punya variabel nilai berbentu array yang bertipe integer dan mempunyai panjang 5 (lima) maka variabel nilai dimulai dari nilai[0] sampai dengan nilai[4].
Sekarang kita menginjak pada bahasan array dua dimensi menggunakan statement for, perhatikan contoh berikut :

#include
void main(){
int i,j,nilai[3][2];
int jum=0;
for(i=0;i<=2;i++){ for(j=0;j<=1;j++){ cout<<"nilai ["<>nilai[i][j];
jum=jum+nilai[i][j];
}
}
cout<<"Jumlah Total = "<
#include

void tukarangka(int a,int b) {
int z;
z = a;
a = b;
b = z;

cout<>a;
cout<<"\nMasukkan Nilai Kedua : "; cin>>b;

cout<<"\nfungsi main"; cout<
#include

void tukarangka(int &a,int &b) {
int z;
z = a;
a = b;
b = z;

cout<>a;
cout<<"\nMasukkan Nilai Kedua : "; cin>>b;

cout<<"\nfungsi main"; cout< Merupakan bagian header yang berguna mendeklarasikan statement “cout” dan “cin” yakni statement yang bertugas sebagai operator inputan dan keluaran data pada program. #include merupakan bagian header yang berguna mendeklarasikan statement “getch()” yakni statement yang berguna sebagai penunda proses pada saat program dikompile.

(iii) Kesimpulan
Pengiriman parameter pada fungsi dapat dilakukan dalam dua cara yakni.
 Pengiriman parameter secara nilai ( call by value).
Pada pengiriman parameter secara nilai ini, nilai parameter yang dikirim tidak mempengaruhi nilai dari parameter yang memanggil fungsi.
 Pengiriman parameter secara acuan ( by reference )
Pada pengiriman paramater secara acuan ini, nilai paramater yang dikirim akan mempengaruhi dari nilai yang memanggil fungsi ini.
Daftar Pustaka
Borland C++ “,Graha Ilmu - Yogya ,2005
http://mahluk06.blogspot.com/search/label/Pemrograman%20C%2B%2B
Kadir, Abdul “Pemrograman C++”, Andi Offset – Jogja,2004
Utama ,Didit N. & Widayanti, Riya ,”Algoritma &Pemrograman dengan
Yuana, Rosihan. A,”pemrograman C++”. Jakarta. 2005

Bahasa C++

Bahasa C++

Sekilas Mengenai Bahasa C++
Bicara mengenai bahasa C++ (c plus-plus) biasanya tidak lepas dari C, sebagai bahasa pendahulunya. C adalah bahasa pemrograman yang dapat dikatakan berada antara bahasa aras rendah (berorientasi pada mesin) dan bahasa aras tinggi (berorientasi pada manusia). Seperti diketahui bahasa aras tinggi mempunyai kompabilitas yang tinggi antar platform, karena itu amatlah mudah untuk membuat program pada berbagai jenis mesin.
C++ diciptakan satu dekade setelah C. Diciptakan oleh Bjarne Stroustrup, laboraturium Bell AT&T pada tahun 1983. bahasa ini bersifat kompatibel dengan bahasa pendahulunya C. Pada mulanya C++ disebut “a better C”. Nama C++ sendiri diberikan oleh Rick Mascitti pada musim panas 1983. adapun tanda ++ berasal dari nama operator penaikan pada bahasa C.

Struktur Program C++
a. Contoh Program Sederhana
#include
main(){
cout<<"Hallo, Belajar C++\n"; } b. Fungsi Main Program C++ memang tidak pernah lepas dari fungsi. Sebab fungsi adalah salah satu dasar penyusunan blok pada C++, sebuah program C++ minimal mengandung sebuah fungsi, yaitu fungsi main(). Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. main(){ cout<<"Hallo, Belajar C++\n"; } c. Pernyataan Perhatikan baris : cout<<"Hallo, Belajar C++\n"; merupakan contoh sebuah pernyataan. Pada contoh di atas, pernyataan tersebut digunakan untuk menampilkan tulisan yang terletak pada sepasang tanda petik ganda. Umumnya pernyataan berupa instruksi untuk menyuruh komputer melakukan sesuatu. Menampilkan tulisan ke layar, menghitung suatu operasi aritmatika, membaca data dari keyboard adalah suatu tugas yang diemban oleh pernyataan. Dan setiap pernyataan harus diakhiri dengan tanda titik koma (;). d. Mengenal Cout Pengenal cout (dibaca c out) merupakan sebuah objek di dalam c++. Objek ini disediakan oleh C++ untuk mengarahkan data ke standard output (normalnya adalah layar). cout<<"Hallo, Belajar C++\n"; Tanda << (dua buah tanda kurang berurutan) merupakan sebuah operator yang disebut operator “penyisipan/peletakan” sebelah kanannya ke objek disebelah kiri. Karakter \n adalah karakter pindah baris (newline), atau dapat ditulis dengan <
Baris diatas bukan lah sebuah pernyataan sehingga tidak memerlukan tanda titik koma pada akhir baris. Baris tersebut menginstruksikan kepada kompiler untuk menyisipkan file lain (pada contoh diatas adalah file iostream.h) pada saat program dikompilasi. Dalam hal ini file-file yang berakhiran dengan .h disebut file header, yaitu file-file yang berisi deklarasi seperti fungsi, variabel, dan sebagainya. Iostream.h itu sendiri berisi deklarasi yang diperlukan oleh cout dan berbagai objek yang berhubungan dengan operasi masukan keluaran pada stream.
f. Komentar
Sepertihalnya bahasa C, komentar pada bahasa C++ juga menggunakan // atau /* */





Pengenal
Pengenal (identifier) adalah nama yang diberikan kepada suatu variabel, fungsi, tipe data atau objek-objek lainnya yang didefinisikan oleh pemakai. Pengenal dapat didefinisikan melalui ketentuan sebagai berikut :
1. Terdiri gabungan huruf (A..Z,a..z) dan angka (0..9) dengan karakter pertama harus huruf.
2. Tidak boleh menggunakan simbol-simbol khusus kecuali garis bawah.
3. Huruf besar (upper case) dan huruf kecil (lower case) dianggap berbeda (Case Sensitif).
Contoh :
No_mhs
indekprestasi
x10

TIPE DATA
Tipe data pada bahasa C++ meliputi :
a. char
b. int
c. short
d. long
e. float
f. double
g. long double

tipe data yang berhubungan dengan bilangan bulat adalah int, short dan long. Sedangkan float, double dan long double berhubungan dengan pecahan.

Ukuran berbagai tipe data dasar
Tipe data Ukuran Memori Range Jumlah digit
Char 1 byte -128 s/d 127 -
Int 2 byte -32768 s/d 32767 -
Long 4 byte -2.147.438.648 s/d 2.147.438.647 -
Float 4 byte 3.4x10-38 s/d 3.4x10+38 6-7
Double 8 byte 1.7x10-308 s/d 1.7x10+308 15-16
Long double 10 byte 3.4x10-4932 s/d 1.1x10+4932 19





#include
void main(){
int a;
float b;
char c;

a=100;
b=5,14;
c='a';
cout<<"Variabel tipe Integer a = "< }


BAHASA PEMROGRAMAN C++ PERULANGAN

BAHASA PEMROGRAMAN C++
PERULANGAN

Perulangan (Looping) dalam bahasa C++ hampir sama seperti pada bahasa pascal yaitu ada 3 yaitu :
1. FOR
2. WHILE
3. DO-WHILE

1. FOR
Bentuk umum dari pernyataan for
for(nilai_awal;nilai_akhir;increment/decrement)
pernyataan;
Untuk increment menunjukan menunjukan apakah program perulangan tersebut akan memiliki perulangan bertambah 1 (naik), atau decrement yang menunjukan apakah program perulangan tersebut akan memiliki perulangan berkurang 1(turun). Biasanya untuk increment ditulis (++) dan decrement ditulis (--). Berikut contoh program mencetak increment (perulangan naik) 0-10 dan decrement (perulangan menurun) 10-0.
#include
void main(){
for(int i=0;i<=10;i++){ cout<
void main(){
for(int i=10;i>=0;i--){
cout<
void main(){
int i=0;
while(i<=10){ cout< 10 (bernilai salah).
Contoh program perulangan dengan menggunakan while untuk mencetak angka 10-0

#include
void main(){
int i;
i=10;
while(i>=0){
cout<
void main(){
int i=0;
do{
cout< i++;
} while(i<=10);
}











BAHASA PEMROGRAMAN C++ PERNYATAAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

BAHASA PEMROGRAMAN C++
PERNYATAAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pernyataan Pengambilan keputusan dalam bahasa pemrograman C++ ada 2 macam yaitu :
a. If-Else
b. Switch

A. PERNYATAAN IF-ELSE
Pernyataan if dipakai untuk pengambilan keputusan berdasarkan suatu kondisi. Bentuk pernyataan ini ada dua macam yaitu if dan else.
Pada kedua bentuk pernyataan ini, kondisi yang digunakan dapat menggunakan kondisi ungkapan. Ungkapan-ungkapan ini dapat melibatkan operator relasi (==) atau operator logika and (&&) dan or (||).
1. Pernyataan if Sederhana
Pernyataan if sederhana berbentuk :
if(kondisi)
pernyataan;
- Kondisi digunakan untuk menentukan pengambilan keputusan
- Pernyataan dapat berupa sebuah pernyataan ataupun pernyataan majemuk. Bagian ini dijalankan hanya kalau kondisi bernilai benar.














Berikut contoh penggunaan pernyataan if sederhana, misalnya untuk menentukan seseorang boleh menonton pertunjukan bioskop atau tidak. Kondisi yang digunakan seseorang boleh menontoh jika sudah berusia 17 tahun.
#include
void main(){
int usia;

cout<<”Berapa usia Anda : ? “; cin>>usia;
if(usia < 17) cout<<”Anda tidak diperbolehkan menonton”<
void main(){
int usia;

cout<<”Berapa usia Anda : ? “; cin>>usia;
if(usia < 17) cout<<”Anda tidak diperbolehkan menonton”<
void main(){
int bilangan;

cout<<”Masukan sembarang bilangan bulat : ? “; cin>>bilangan;
if(bilangan % 2==0){
cout<<”Bilangan ”<
void main(){
int kode_hari;

cout<<”Menentukan hari “<>kode_hari;

if(kode_hari==1){
cout<<”SENIN”< 0)
If(y > 0)
cout<<”x dan y bernilai positif”<
void main(){
float x,y;

cout<<”Masukan bilangan positif atau negatif”<>x;
cout<<”Masukan nilai y : “;cin>>y;

if((x >= 0) && (y >= 0)){
cout<<”x dan y bernilai positif”<
void main(){
int kode_hari;

cout<<”Menentukan hari “<>kode_hari;

switch(kode_hari){
case 1:
cout<<”Senin”<
void main(){
int usia;

cout<<”Berapa usia Anda : ? “; cin>>usia;
if(usia < 17) cout<<”Anda tidak diperbolehkan menonton”<
void main(){
int usia;

cout<<”Berapa usia Anda : ? “; cin>>usia;
if(usia < 17) cout<<”Anda tidak diperbolehkan menonton”<
void main(){
int bilangan;

cout<<”Masukan sembarang bilangan bulat : ? “; cin>>bilangan;
if(bilangan % 2==0){
cout<<”Bilangan ”<
void main(){
int kode_hari;

cout<<”Menentukan hari “<>kode_hari;

if(kode_hari==1){
cout<<”SENIN”< 0)
If(y > 0)
cout<<”x dan y bernilai positif”<
void main(){
float x,y;

cout<<”Masukan bilangan positif atau negatif”<>x;
cout<<”Masukan nilai y : “;cin>>y;

if((x >= 0) && (y >= 0)){
cout<<”x dan y bernilai positif”<
void main(){
int kode_hari;

cout<<”Menentukan hari “<>kode_hari;

switch(kode_hari){
case 1:
cout<<”Senin”< break;
case 2:
cout<<”Selasa”< break;
case 3:
cout<<”Rabu”< break;
case 4:
cout<<”Kamis”< break;
case 5:
cout<<”Jum’at”< break;
case 6:
cout<<”Sabtu”< break;
case 7:
cout<<”Minggu”< break;
default:
cout<<”Kode hari salah”< break;
}
}











































DESAIN WEB



Puzzle Quizzz


1

2 3 4
5

6 7 8
9

IMPLEMENTASI MODEL DATA, PEMBUATAN TABEL DAN RELASI

IMPLEMENTASI MODEL DATA, PEMBUATAN TABEL DAN RELASI

A. PERCOBAAN MEMBUAT DATABASE
Jalankan microsoft access dan buatlah dbPerpustakaan.
Kerjakan sesuai petunjuk di bawah ini :
• Pilih menu access yang tersedia dalam windows (Start-Program-Ms Access)

• Kemudian pilih blank database untuk membuat database baru

• Maka akan muncul dialog box seperti dibawah ini artinya simpan database yang akan dibuat sesuai direktorinya yang diinginkan.

• Akan dibuat database Perpustakaan yang akan disimpan pada direktori D:/NimNamaAnda. Klik create
B. MEMBUAT TABEL
Untuk mencatat informasi maka harus dibuat table untuk menyimpan dan mengelola data. Langkah yag harus dikerjakan adalah :
1. Merancang table yang akan dibuat
2. Merancang struktur table seperti apa
3. Mengatur hubungan/relasi table satu dengan table lainya supaya informasinya jelas.
C. PERCOBAAN MEMBUAT TABEL
• Buat Database perpustakaan
• Buat table dengan langkah-langkah seperti berikut ini :
1. Klik menu / object table

2. Pilih create table in Design view

3. Ketik struktur table yang akan dibuat, sesuai dengan perancangan informasinya yang akan dibangun. Ketik nama fieldnya, tentukan juga tipe datanya dan atur lebar data pilih field size.Tentukan batasan table, bila suatu field digunakan sebagai primary key maka pilih dan setting primary keyna.
4. Buat table untuk menyimpan data buku, dengan field KodeBuku, Judul,TahunTerbit, Eksemplar, Pengarang.

5. Letakan kursor pada field kodeBuku dan klik kanan maka akan muncul menu primary key.
6. Bila ingin member aturan pada fields tertentu misalnya diberikan kode berikut :
Input Mask : L99
Validasi Rule : Left([KodeBuku];1)="K" Or Left([KodeBuku];1)="L"
Validasi Test : "Tidak boleh sembarang memasukan data"

Simpan perancangan struktur table di atas.
8. Selanjutnya buat table dengan spesifikasi sebagai berikut :
Anggota terdiri dari KodeAnggota(Data Type : Text), Nama(data Type : text) ,Alamat(Data Type : text) ,Telepon (Data Type : text).
Pinjam terdiri dari NoPinjam(Data Type : text),TglPinjam(Data Type : Date),KodeAnggota(Data Type : text),KodeBuku(Data Type : text)


D. MENGELOLA TABEL DALAM DATABASE
Mengelola data dalam table terdiri dari :
1. Menambah data
2. Mengedit data atau merubah data pada tabel
3. Menghapus dan mencari data
E. PERCOBAAN MENAMBAH DATA PADA TABEL
Untuk menambahkan data pada table maka lakukan percobaan berikut :
1. Pilih table yang akan ditambah datanya lalu klik dua kali

2. Ketik data-data yang diinginkan seperti contoh berikut ini:

3. Menambah data yang tidak sesuai dengan Rule, sesuai dengan validasi Rule bahwa data di atas harus berawalan K atau L diikuti 2 angka dibelakangnya. Bila yang dimasukan bukan berawalan K atau L seperti G04 maka akan muncul massage kesalahan seperti berikut :

4. Menambah data bila pada primary key sama, misalkan data K02 sudah ada, di entri lagi dengan K02 dengan judul yang berbeda maka duplikasi data akan muncul pada field KodeBuku sehingga muncul error massage sebagai berikut:

F. PERCOBAAN MERUBAH DATA PADA TABEL
1. Buka table yang akan diedit datanya.
2. Arahkan kursor ke data yang akan di edit missal ingin merubah record 2 maka pilih record 2 pada table tersebut lalu ketik perubahannya
3. Lalu rubah sesuai dengan data mana yang akan diubah
4. Lakukan edit data pada record ke-3 untuk data Algoritma Pemrograman ganti menjadi konsep pemrograman

G. PERCOBAAN MENGHAPUS DATA PADA TABEL
1. Buka table yang berisi data yang akan dihapus
2. Misal : hapus data pada record ke- 5 untuk data Basis Data
3. Arahkan kursor ke data yang akan dihapus dan klik kiri sehingga record diblock.
4. lalu klik kanan, maka akan muncul menu sebagai berikut:

5. Pilih delete record maka aka nada konfirmasi jika akan menghapus record

6. Pilih yes jika ingin menghapus data

H. PERCOBAAN MENCARI DAN MENGGANTI DATA PADA TABEL
Untuk mencari data pada table carannya :
1. Buka table pada database
2. Klik menu edit, find
3. Ketik data yang akan dicari, pada kotak isian find what
4. Pilih table Buku : table pada kotak isian Look IN
5. Pilih Whole Field pada kotak isian Match
6. Pilih All pada kotak Search
7. Misal lakukan pencarian : pengarang Cali, buku apa saja yang dikarang
Untuk mencari data sekaligus mengganti datanya :
1. Buka table yang akan dicari datanya misalnya table Buku
2. Klik menu edit, find
3. Ketik data yang akan dicari, kotak isian find what, misalnya Basis Data
4. Pada kotak isian Replace with misalnya database
5. Pilih table Buku : table pada kotak isian Look IN
6. Pilih Any Part of Field pada kotak isian Match
7. Pilih Replace all pada kotak search dan pilih Yes


I. PERCOBAAN RELASI ANTAR TABEL
Pembuatan relasi antar table bertujuan untuk membuat hubungan antar table agar ada relasi antara table yang satu dengan yang lain.
Sebagai contoh sistem informasi perpustakaan yang terdiri dari beberapa table sebagai berikut :
• Tabel Buku
• Tabel Peminjaman
• Tabel Anggota
Langkah-langkah pembuatan relasi antar table :
• Buat table Buku seperti berikut

• Dan Entry seperti berikut :

• Buat table Anggota seperti dibawah ini :

• Dan entry data seperti di bawah ini

• Buat table pinjam seperti di bawah ini :

• Lalu entri data peminjaman seperti berikut



• Untuk membuat relationship maka klik toolsrelationship

• Tambahkan table-tabel pad skema relasi dengan mengklik icon
• Tambahkan table satu per satu, pilih table kemudian klik tombol Add. Terakhir klik tombol close.

• Hubungan antar table :
• Antara table Anggota dan table Pinjam ( Field KodeAnggota yang ada pada table pinjam merupakan foreign key yang berhubungan dengan field KodeAnggota yang merupaka primary key pada table Anggota).
• Antara table Buku dan table Pinjam ( Field KodeBuku yang ada pada table pinjam merupakan foreign key yang berhubungan dengan field KodeBuku yang merupaka primary key pada table Buku).
• Untuk melakukan ralasi antar table yang sudah ditentukan di atas lakukan klik dan drag dari foreign key yang ada pada table anak ke primary key yang ada pada table induk. Contohnya, klik field KodeAnggota pada table Pinjam lalu drag ke field KodeAnggota yang ada pada table Anggota.
• Kemudian muncul jendela untuk menentuka property dari relasi yang terbentuk, beikan tanda centang pada Enforce Referential Integrity

• Hasil akhir relasi table sebagai berikut :


TUGAS PENDAHULUAN
• Desain ER Diagram dan beri kardinalitas relasi untuk database Penjualan dengan spesifikasi :
1. Data pelanggan terdiri dari nomer pelanggan dan nama pelanggan
2. Data barang terdiri dari nomer barang, nama barang dan harga barang
3. Pelanggan melakukan transaksi pembelian barang yang memiliki atribut tanggal transaksi dan jumlah tiap item yang akan dibeli. Satu transaksi pembelian bisa terdiri dari beberapa item barang yang dibeli
• Tulis dalam bentuk Ms.Word

TUGAS PRAKTIKUM (LAPORAN RESMI)
• Buat database baru dengan nama Penjualan.mdb
• Implementasikan desain pada tugas pendahuluan , Desain database Penjualan terdiri dari table-tabel : Pelanggan, Barang, Order dan Detail_Order
• Gambarkan relasi table yang dibuat pada database
• Berikan juga pengisian data pada table Penjualan